Illiza Lantik 24 Kepala Sekolah dan Pengawas, Tekankan Kepemimpinan Pembelajaran

Banda Aceh – Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal melantik dan mengambil sumpah jabatan 24 pejabat pendidikan di lingkungan Pemerintah Kota Banda Aceh, yang terdiri atas 22 kepala sekolah dan dua pejabat pengawas, di Aula Mawardy Nurdin, Balai Kota Banda Aceh, Senin 20 Juli 2026.

Pelantikan tersebut merupakan bagian dari upaya penyegaran organisasi sekaligus penguatan tata kelola pendidikan guna menghadirkan kepemimpinan sekolah yang adaptif, profesional, dan berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan di Banda Aceh.

Dalam sambutannya, Illiza menegaskan bahwa pelantikan tidak boleh dimaknai sekadar sebagai pergantian jabatan. Menurutnya, amanah yang diemban para kepala sekolah dan pengawas membawa tanggung jawab besar dalam membentuk kualitas pendidikan sekaligus masa depan generasi Banda Aceh.

“Yang berubah hari ini bukan hanya nama dalam surat keputusan, tetapi juga tanggung jawab yang melekat di dalamnya. Kepala sekolah bukan hanya mengelola administrasi, tetapi harus mampu memimpin sekolah agar terus berkembang, membangun budaya kerja yang baik, dan memastikan setiap anak memperoleh layanan pendidikan yang berkualitas,” ujar Illiza.

Ia juga mengingatkan bahwa setiap jenjang pendidikan memiliki tantangan yang berbeda. Kepala TK dituntut membangun fondasi karakter dan kepercayaan diri anak sejak usia dini, kepala SD berperan membentuk karakter serta kebiasaan baik peserta didik, sementara kepala SMP menghadapi tantangan yang semakin kompleks seiring perkembangan teknologi dan dinamika remaja.

Menurut wali kota, para kepala sekolah juga harus mampu memahami karakter Generasi Alpha yang tumbuh bersama teknologi digital. Karena itu, pendekatan pembelajaran perlu terus beradaptasi tanpa meninggalkan nilai-nilai kedisiplinan, akhlak, dan karakter sebagai fondasi utama pendidikan.

Illiza turut menekankan pentingnya membangun kolaborasi antara sekolah, keluarga, pemerintah, dan masyarakat. Ia meminta setiap sekolah lebih peka terhadap kondisi peserta didik, termasuk ketika menghadapi persoalan seperti menurunnya semangat belajar, perundungan, maupun masalah sosial lainnya, sehingga dapat ditangani melalui komunikasi dan pendampingan bersama.

“Sekolah tidak bisa bekerja sendiri. Pendidikan yang baik selalu lahir dari kolaborasi. Pemerintah, sekolah, keluarga, dan masyarakat harus berjalan bersama untuk memastikan anak-anak Banda Aceh tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi masa depan,” katanya.

Illiza juga mengingatkan bahwa penugasan kepala sekolah mengacu pada Permendikdasmen Nomor 7 Tahun 2025 yang menempatkan kepala sekolah sebagai pemimpin pembelajaran.

Karena itu, ia berharap seluruh kepala sekolah terus meningkatkan kapasitas diri, terbuka terhadap perubahan, serta mampu menghadirkan solusi atas setiap persoalan di lingkungan sekolah.

Sementara kepada para pengawas, ia berpesan agar menjadi mitra pembinaan yang aktif mendampingi sekolah dalam meningkatkan kualitas pendidikan.

Salah seorang kepala sekolah yang dilantik, Muklis, mengaku siap mengemban amanah baru sebagai Kepala SD Negeri 45 Banda Aceh. Sebelumnya ia menjabat Kepala SD Negeri 10 Banda Aceh.

Menurutnya, fokus utama yang akan dilakukan ialah menjaga mutu pembelajaran, memperkuat kemampuan literasi dan numerasi peserta didik, serta menciptakan lingkungan belajar yang semakin berkualitas.

Pelantikan ditutup dengan pengambilan sumpah jabatan dan penandatanganan berita acara sebagai peneguhan komitmen para pejabat pendidikan untuk menjalankan amanah secara profesional, berintegritas, serta menghadirkan layanan pendidikan yang semakin berkualitas bagi masyarakat Kota Banda Aceh. (Riz)


SHARE: