Kabut Asap Selimuti Banda Aceh, Pemko Siagakan Puskesmas 24 Jam dan Terapkan Pembelajaran Daring
Banda Aceh – Sebaran kabut asap yang terpantau di Kota Banda Aceh di tengah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Sumatera menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Banda Aceh.
Untuk mengantisipasi dampaknya terhadap kesehatan dan aktivitas masyarakat, Pemko menyiapkan langkah penanganan, mulai dari kesiapan pelayanan kesehatan hingga penerapan pembelajaran daring bagi siswa.
Langkah tersebut dibahas dalam rapat Wali Kota Banda Aceh bersama jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) terkait pada Jumat sore (16/10). Rapat ini menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi lintas sektor agar pemerintah dapat merespons perkembangan kondisi dan mengutamakan keselamatan masyarakat.
Di sektor kesehatan, seluruh puskesmas di Banda Aceh disiagakan selama 24 jam. Dinas Kesehatan mengoordinasikan kesiapan tersebut agar masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan, terutama keluhan pernapasan akibat paparan asap, dapat memperoleh penanganan dengan cepat.

Selain itu, Pemerintah Kota Banda Aceh menetapkan kebijakan pembelajaran daring bagi sekolah-sekolah melalui surat edaran wali kota. Kebijakan ini menjadi langkah antisipasi untuk melindungi anak-anak dari paparan kabut asap di tengah kondisi kualitas udara yang perlu diwaspadai.
Pemko mengimbau masyarakat untuk terus mengikuti informasi resmi dari pemerintah dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Warga juga disarankan membatasi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi udara memburuk, menggunakan masker yang sesuai ketika harus beraktivitas di luar, serta lebih berhati-hati saat berkendara apabila jarak pandang menurun.
Masyarakat yang mengalami sesak napas atau gangguan pernapasan yang memburuk diimbau segera mencari pertolongan medis.
Melalui langkah antisipasi ini, Pemerintah Kota Banda Aceh berupaya memastikan pelayanan kesehatan tetap tersedia dan keselamatan masyarakat, khususnya anak-anak, tetap menjadi perhatian utama. (Riz)
