Buka Workshop AD/ART Balee Inong, Afdhal: Perempuan Pilar Utama Kemajuan Kota
Banda Aceh – Wakil Wali Kota Banda Aceh Afdhal Khalilullah membuka Workshop Penyusunan Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART) Balee Inong Kota Banda Aceh, di Banda Aceh, Selasa, 29 September 2026 di Hotel Al Hanifi.
Kegiatan yang digagas Dinas P3AP2KB Kota Banda Aceh tersebut dihadiri Kepala Dinas P3AP2KB Tiara Sutari, Kabid Kesejahteraan Gender Cut Yuni Marlita, para narasumber, serta seluruh pengurus balee inong selaku peserta workshop.
Dalam sambutannya, Afdhal menegaskan Banda Aceh bukan hanya pusat pemerintahan, tetapi juga jantung pendidikan, ekonomi, dan kebudayaan Aceh. Dari 90 gampong dengan lebih dari 271 ribu jiwa penduduk, lebih dari 50 persen atau sekitar 136 ribu jiwa adalah perempuan.
“Angka ini menegaskan bahwa perempuan bukanlah kelompok minoritas, melainkan pilar utama penentu kemajuan kota ini,” ujar Afdhal.
Ia menilai keberadaan Balee Inong sangat strategis dalam mewujudkan Banda Aceh yang inklusif, maju, dan sejahtera. Untuk itu ada tiga hal penting yang harus menjadi perhatian bersama dalam penyusunan AD/ART.
Pertama, Penguatan Kelembagaan dan Legalitas. Selama ini Balee Inong kerap menghadapi kendala tata kelola yang belum optimal karena belum tersedianya pedoman operasional yang baku. Afdhal mendorong penyusunan AD/ART secara partisipatif dengan melibatkan seluruh pengurus dan anggota.
“Jadikan AD/ART sebagai living document, pedoman kerja hidup yang benar-benar dirujuk dalam operasional, pengambilan keputusan, dan kegiatan harian, bukan sekadar arsip formalitas,” tegasnya. Ia juga meminta dimasukkan klausul tegas terkait mekanisme kerja sama eksternal agar kemitraan dengan Pemko dan pihak luar memiliki landasan hukum kuat.

Kedua, Pemberdayaan Potensi dan Kemandirian Ekonomi Perempuan. Meski populasi perempuan lebih dari separuh penduduk, partisipasi ekonomi dan ruang pengembangan kapasitas di tingkat bawah masih belum maksimal.
Solusinya, Balee Inong harus menjadi pusat pelatihan, literasi, dan pengembangan keterampilan praktis di setiap gampong, serta mengintegrasikan potensi usaha perempuan dengan program Pemko, lembaga keuangan, dan jaringan UMKM lokal.
“Buka akses kepemimpinan agar perempuan tidak sekadar penerima manfaat, tetapi tampil sebagai penggerak dan pembuat keputusan di gampongnya masing-masing,” kata Afdhal.
Ketiga, Implementasi Program dan Kolaborasi Multisektor. Menurutnya, pemda memiliki keterbatasan jangkauan dalam menyelesaikan isu sosial dan perempuan tanpa ditopang kerja lintas sektor.
Karena itu, setelah AD/ART disahkan, Balee Inong diminta langsung meluncurkan program konkret yang manfaatnya dirasakan keluarga dan masyarakat. Perkuat sinergi dengan aparatur gampong, kecamatan, dunia usaha, akademisi, dan lembaga keagamaan.
“Wujudkan prinsip rumah bersama. Balee Inong adalah wadah inklusif milik seluruh perempuan Banda Aceh untuk belajar, berkarya, dan berkontribusi,” ujarnya.
Afdhal berharap workshop ini mampu melahirkan AD/ART yang kokoh, adaptif, dan responsif terhadap kebutuhan perempuan Kota Banda Aceh. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Dinas P3AP2KB, narasumber, dan panitia pelaksana. (*)
