Perempuan Bukan Sosok Lemah, Illiza: Pilih Lingkungan yang Membawa ke Jannah

Banda Aceh – Perempuan bukan sosok yang lemah. Di balik perannya dalam keluarga, tersimpan kekuatan besar untuk membentuk karakter anak, menjaga ketahanan keluarga, hingga ikut menentukan kualitas generasi masa depan.

Pesan itu disampaikan Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, saat menghadiri Ceramah Maulid Umum khusus perempuan bersama Ustadzah Aisyah Farid BSA di Amel Convention Hall, kawasan Pango, Rabu, 23 September 2026.

Mengusung tema “Perempuan Hebat, Keluarga Kuat, Generasi Berkualitas”, kegiatan yang digelar Pemerintah Kota Banda Aceh melalui Dinas Syariat Islam tersebut merupakan bagian dari rangkaian Pekan Dakwah Kolaborasi sebagai ikhtiar memperkuat syiar Islam di tengah masyarakat.

Di hadapan jamaah perempuan, Illiza mengajak para muslimah untuk tidak memandang dirinya sebagai sosok yang lemah. Sebaliknya, perempuan harus menyadari besarnya peran dan amanah yang melekat dalam dirinya.

“Kalau dibilang perempuan itu lemah, itu salah sekali. Maka lingkungan kita itu harus dipilih, yang membuat kita ke jannah-nya Allah,” pesan Illiza.

Menurutnya, menjadi perempuan hebat tidak semata-mata tentang kemampuan menjalankan berbagai peran, tetapi juga tentang memiliki jati diri, meluruskan niat, dan menjadikan Allah SWT sebagai tujuan dalam setiap langkah.

Illiza mengingatkan bahwa keluarga, anak, suami, pekerjaan hingga jabatan yang dimiliki manusia pada hakikatnya merupakan titipan Allah SWT. Karena itu, seluruh amanah tersebut harus dijalankan dengan sungguh-sungguh.

“Karena sejatinya, kita ini milik Allah. Suami, anak, semua milik Allah. Jabatan ini semua Allah yang berikan, menitipkan negara pada kita. Maka tidak bisa kita kembalikan pada Allah jika tidak dijalankan dengan sungguh-sungguh,” ujarnya.

Ia menilai, perempuan salehah memiliki posisi penting dalam memperkuat keluarga. Dari keluarga yang kuat, lahir generasi yang berkualitas dan pada akhirnya ikut memperkuat kehidupan bangsa.

Karena itu, Illiza mengajak para muslimah untuk terus belajar menjadi perempuan salehah dengan menjadikan Rasulullah Muhammad SAW sebagai teladan dalam kehidupan.

Pada kesempatan tersebut, Illiza juga menyampaikan rasa syukurnya atas kehadiran Ustadzah Aisyah Farid BSA di Kota Banda Aceh. Ia mengapresiasi kesempatan untuk berkumpul dalam majelis yang secara khusus menghadirkan ruang bagi perempuan untuk memperkuat keimanan dan menambah bekal kehidupan.

“Saya sangat bersyukur dipertemukan dengan wanita sholehah yang luar biasa hari ini, yang usianya jauh lebih muda daripada saya,” ungkapnya.

Illiza berharap pertemuan tersebut tidak berhenti sebagai sebuah kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum bagi setiap peserta untuk mendapatkan hidayah, melakukan perubahan, serta semakin sungguh-sungguh menjalankan kehidupan dalam ridha Allah SWT.

“Semoga majelis ini menjadi hidayah untuk kita berubah dan berbuat, menjalankan, dan berkumpul karena Allah SWT,” harapnya.

Melalui rangkaian Pekan Dakwah Kolaborasi, Pemerintah Kota Banda Aceh terus membuka ruang penguatan syiar Islam yang menyentuh berbagai lapisan masyarakat. Bagi perempuan, penguatan nilai keislaman menjadi bagian penting dalam meneguhkan peran mereka sebagai fondasi keluarga dan salah satu penentu lahirnya generasi yang berkualitas. (Riz/Ra)


SHARE: