Illiza Salurkan Bantuan Zakat untuk Santri dan Lansia Duafa
Banda Aceh – Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, menyalurkan bantuan beasiswa untuk santri Dayah Al-Fathani dan berkunjung ke rumah warga fakir dan lanjut usia (lansia) di kawasan Punge Blang Cut, Selasa (1/9/2026).
Kunjungan ke Dayah Al-Fathani ini merupakan bentuk penyaluran amanah dari para muzakki kepada mustahik yang berada di wilayah Punge Blang Cut. Dana zakat tersebut disalurkan melalui Baitul Mal Kota Banda Aceh.
Wakil Pimpinan Dayah Al-Fathani, Salikin, menyambut baik kedatangan wali kota. Ia menyebut kehadiran Illiza beserta bantuan dari Baitul Mal merupakan bentuk kemuliaan dan perhatian pemerintah kepada santri.
Ia menuturkan, saat ini Dayah Al-Fathani menampung 45 santri mukim dan 20 santri yang pulang pergi. Di antara para santri terdapat pula santri asal Cina yang datang khusus untuk menuntut ilmu agama Islam. Setiap santri yang lulus akan mendapatkan ijazah resmi dari Kementerian Agama sebagai legalitas.
Dalam sambutannya, Wali Kota Illiza bersyukur atas perkembangan dayah tersebut.
“Alhamdulillah dayah ini terus berkembang. Mudah-mudahan urusan dunia dan akhirat kita selalu diberi kelancaran. Semoga semakin banyak lagi yang datang menuntut ilmu di dayah ini,” ujar Illiza.

Di waktu yang bersamaan, wali kota juga menyalurkan amanah zakat dari muzakki kepada mustahik di beberapa rumah warga. Salah satunya kepada Asmaul Husna yang sudah tiga tahun tidak bisa bergerak akibat komplikasi pada organ dalam.
Wali kota juga mengunjungi Nek Faridah, seorang lansia yang hidup sebatang kara dengan kondisi rumah berukuran 3×4 meter.
Dalam kesempatan itu, Illiza menyerahkan bantuan zakat berupa uang tunai. Ia juga meninjau langsung rumah tidak layak huni milik warga yang akan mendapatkan program bedah rumah dari Pemko Banda Aceh.
“Pemerintah Kota di bawah kepemimpinan Illiza-Afdhal akan terus berupaya menyalurkan dana zakat yang dihimpun dari para muzakki untuk membantu orang tua jompo dan lansia, khususnya di wilayah Banda Aceh,” kata Illiza.
Ia menambahkan, pemerintah kota berkolaborasi dengan aparatur kecamatan dan gampong untuk merehabilitasi rumah tidak layak huni milik lansia dhuafa yang rusak parah. Tujuannya agar mereka dapat tinggal di tempat yang lebih aman dan higienis. Seluruh biaya renovasi bersumber langsung dari optimalisasi dana zakat para muzakki. (Kk)
