Pertama di Aceh, Illiza Launching Layanan Kateterisasi Jantung Anak di RSUD Meuraxa
Banda Aceh – Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal secara resmi me-launching Pelayanan Kateterisasi Anak dan Penyakit Jantung Bawaan di RSUD Meuraxa, Senin, 31 Agustus 2026 siang.
Hadirnya layanan tersebut menjadi tonggak baru dalam pengembangan pelayanan kesehatan jantung anak di Banda Aceh. Pertama di Provinsi Aceh, layanan ini diharapkan mampu memperluas akses masyarakat terhadap pelayanan jantung intervensi modern.
“Yang kita buka hari ini adalah pintu harapan bagi anak-anak dan keluarga di Aceh,” kata Illiza dalam sambutannya.
Menurutnya, selama ini pasien penyakit jantung bawaan di Aceh masih harus dirujuk ke luar daerah, terutama ke Jakarta. Kondisi itu memberatkan keluarga, mulai dari biaya perjalanan, tempat tinggal, hingga waktu tunggu yang panjang.
“Hadir di Banda Aceh sangat berarti. Kita ingin pelayanan kesehatan tidak selalu harus dicari jauh dari rumah,” ujar Illiza.

Direktur RSUD Meuraxa dr Emiralda M.Kes, menyampaikan pengembangan layanan ini merupakan komitmen RSUD Meuraxa untuk terus meningkatkan mutu dan jenis pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
“Keberhasilan ini merupakan hasil kerja sama dan kolaborasi antara RSUD Meuraxa dengan Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita Jakarta,’ ujarnya.
Dan sesuai arahan wali kota, pihaknya bertekad untu terus memperluas cakupan pelayanan sehingga anak-anak Aceh dengan penyakit jantung bawaan, dapat memperoleh pelayanan terbaik tanpa harus keluar daerah.
Turut hadir dalam acara tersebut Ketua DPRK Banda Aceh Irwansyah, Direktur Medik dan Keperawatan Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita dr Muhadi Sp.PD(K) MEpid, dan Sekdako Banda Aceh Jalaluddin beserta jajaran direksi rumah sakit dan pejabat lainnya.
Usai peluncuran, Wali Kota Illiza dan rombongan berkesempatan meninjau ruang layanan kateterisasi jantung anak. Dengan mengenakan baju operasi, Illiza berdialog langsung dengan dokter spesialis dan tim medis terkait fungsi alat dan alur tindakan Zero Fluoroscopy dan Zero Contrast yang kini bisa dilakukan di rumah sakit milik Pemko Banda Aceh tersebut. (*)
