Karnaval Kemerdekaan Meriahkan HUT Ke-81 RI di Banda Aceh
Banda Aceh – Sabtu, 22 Agustus 2026 pagi di Balai Kota Banda Aceh terasa berbeda. Tak kurang dari 12.000 murid dan orang tua PAUD se-ibu kota tengah bersiap mengikuti Karnaval HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Sedari pukul 07.30 WIB, halaman balai kota sudah riuh. Anak-anak tampil dengan seragam penuh warna. Ada yang mengenakan baju adat, seragam polisi, dokter hingga aneka kostum kreasi unik. Para orang tua dan guru pun tak mau kalah dengan busana bernuansa merah putih.
Sekira sejam kemudian, Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal didampingi Wakil Wali Kota Afdhal Khalilullah dan Sekda Jalaluddin mengangkat bendera start sebagai pertanda dimulainya karnaval kemerdekaan tahun ini.
Bunda PAUD Banda Aceh itu terlihat menyapa peserta satu per satu. Ada yang disalami, diajak tos, bahkan memberi hormat kepada anak berpakaian polisi cilik. Sorak dan tawa pun pecah setiap kali Bunda Illiza melambaikan tangan dari depan panggung.
“Bismillahirrahmanirrahim, Karnaval PAUD se-Kota Banda Aceh dalam rangka Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2026, secara resmi saya lepas!” ujar Illiza seraya disabut pekikan “Merdeka, Merdeka, Merdeka,” oleh anak-anak.
Dari balai kota, ring-iringan ribuan peserta pawai menempuh rute sekitar satu kilometer melewati Simpang Jam-Museum Tsunami Aceh-SMPN 17 hingga finish di lapangan Blang Padang. Orang tua dan guru pun ikut berjalan sambil membawa bendera kecil dan beraneka pamflet.
Sepanjang jalan, warga berjejer mengabadikan momen istimewa tersebut. Penampilan drum band dari SMPN 1, 3, 6, 10, dan 17 kian menambah semarak suasana dengan alunan pianika warna-warni dan genderang yang menggema.
Bagi Illiza, karnaval ini bukan sekadar perayaan. “Karnaval ini ruang bagi anak belajar keberanian, kreativitas, kebersamaan, dan disiplin. Sekaligus mengenal simbol-simbol kemerdekaan,” ujarnya.
Menurutnya, cinta tanah air harus ditanamkan sejak dini. “Cukup lewat hal sederhana: hormat bendera, nyanyi lagu kebangsaan, hargai teman. Dari situ nasionalisme tumbuh,” kata Illiza.
Ia juga mengajak orang tua untuk menjadi teladan. “Rumah adalah sekolah pertama. Anak lebih banyak belajar dari apa yang kita lakukan, bukan hanya dari apa yang kita katakan. Mari dampingi dan dengarkan mereka,” ucapnya.
Sebagai informasi, saat ini tercatat 116 satuan PAUD di Banda Aceh dengan jumlah murid sebanyak 6.978 anak. Melalui berbagai program pembangunan, pemerintah kota berkomitmen untuk terus memperkuat pendidikan usia dini. Dan hari ini Banda Aceh membuktikan: mengisi kemerdekaan bisa dimulai dari tawa dan langkah kecil anak-anak. (*)
