Jamu Paskibraka Aceh di Pendopo, Illiza: Jangan Pernah Tinggalkan Salat!

Banda Aceh – Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal menggelar acara silaturahmi dan jamuan makan siang bersama anggota Paskibraka Provinsi Aceh di pendopo, Jumat, 14 Agustus 2026.

Acara dihadiri Asisten Perekonomian dan Pembangunan Faisal beserta sejumlah kepala dinas, para pelatih, pembina, serta 28 calon Paskibraka Provinsi Aceh yang terdiri dari 16 putra dan 12 putri.

Wali Kota Illiza dalam sambutannya menyampaikan selamat dan apresiasi kepada seluruh anggota Paskibraka, putra-putri terbaik yang mewakili jutaan remaja Aceh lainnya. “Kami paham ada proses panjang penuh peluh dan perjuangan di balik kebanggaan berseragam Paskibraka,” katanya.

“Saya berpesan, jadikan kepercayaan ini sebagai kesempatan memberikan yang terbaik. Tunjukkan bahwa anak muda Aceh adalah generasi yang disiplin, tangguh, berkarakter, dan mampu mengemban amanah,” ujar Illiza.

Ia juga berpesan kepada seluruh Paskibraka agar menjaga kesehatan, kekompakan, dan memberikan penampilan terbaik saat mengibarkan Sang Merah Putih.

“Ketika kalian berdiri tegak di bawah kibaran Merah Putih, yang kalian bawa bukan hanya sehelai kain. Kalian membawa kehormatan, harapan, dan semangat seluruh masyarakat Aceh,” ujarnya.

Menurut Illiza, Paskibraka ibarat “Kawah Candradimuka” pembentukan karakter. Nilai kebersamaan dan kepemimpinan yang ditempa Paskibraka juga sejalan dengan semangat Banda Aceh sebagai Kota Kolaborasi.

“Di tengah arus modernisasi, terus asah segala potensi namun tetap bangga menjadi putra-putri Aceh. Jaga adat, budaya, bahasa, dan nilai syariat yang menjadi jati diri kita. Jangan pernah tinggalkan salat,” ujarnya lagi seraya berharap DPPI dapat berkolaborasi dengan Pemko Banda Aceh.

Ketua Duta Pancasila Paskibraka Indonesia (DPPI) Aceh Andi Nur Alam mengatakan, ke-28 calon paskibraka telah digembleng disiplin, baris-berbaris, pembentukan karakter, mental, tanggung jawab, dan kepedulian sosial oleh DPPI bersama TNI-Polri.

Katanya, DPPI yang berada di bawah naungan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), adalah wadah pengembangan kader untuk mengamalkan Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Bukan hanya internal, tapi juga untuk generasi muda secara umum,” kata Andi.

Ia mengatakan tugas Paskibraka tidak berhenti setelah upacara 17 Agustus. “Mereka harus menjadi teladan bagi generasi muda, menjunjung keberagaman, mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam hidup sehari-hari.”

Paskibraka juga dituntut untuk peduli terhadap masyarakat dan lingkungan. “Ini bukan sekadar baris-berbaris dan upacara, tapi menumbuhkan cinta tanah air dan semangat kontribusi bagi daerah,” ujarnya.

Andi juga menyampaikan apresiasi kepada Wali Kota Illiza dan jajaran serta semua pihak yang mendukung pihaknya selama ini. “Semoga ke-28 calon Paskibraka Aceh dapat menjalani pendidikan dengan sungguh-sungguh hingga menjadi Duta Pancasila yang berdiri di tengah masyarakat dan mengabdi untuk Indonesia.”

Sebagai informasi, ke-28 anggota Paskibraka Aceh akan bertugas pada Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Provinsi Aceh pada 17 Agustus 2026 mendatang.

Khusus dari Kota Banda Aceh, ada empat nama yang terpilih, yakni M Habib Alwalidan dan Muhammad Rafie Alharitsi dari SMA Negeri 10 Fajar Harapan, Kasyfa Zayyan Latjuba dari SMA Negeri 11, serta Azkadina Masyanti dari SMA Negeri 5 Banda Aceh. (*)


SHARE: