Kolaborasi Ulama dan Umara, Illiza: Penguatan Syariat Islam Tanggung Jawab Bersama
Banda Aceh – Pemerintah Kota Banda Aceh menggelar acara “Silaturahmi Ulama dan Umara” dalam rangka Penguatan Syariat Islam Kota Banda Aceh di Pendopo Wali Kota Banda Aceh, Minggu, 2 Agustus 2026 malam.
Mengusung tema “Meneguhkan Tanggung Jawab Kolektif dalam Penguatan Syariat Islam Menuju Banda Aceh Kota Kolaborasi”, kegiatan ini menghadirkan tamu spesial Syeikh Dr Hisyam Al-Kamil Hamid Musa, Imam dan Khatib Masjid Al-Zahir Baibars Kairo yang juga aktif mengajar fiqih, mawaris, tauhid dan sejarah para Nabi di Al-Azhar dan sejumlah majelis ilmu di Mesir.
Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DPRK Irwansyah beserta unsur Forkopimda, para pejabat di lingkungan Pemko Banda Aceh dan instansi vertikal, pimpinan dayah, para dai dan daiyah, muhtasib gampong, akademisi, dan para ulama se-Banda Aceh.
Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat sinergi antara ulama dan umara dalam menjaga nilai-nilai Islam sebagai jati diri Banda Aceh.
“Tujuannya adalah membangun komitmen bersama bahwa penegakan syariat bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab kolektif seluruh elemen. Kami juga ingin merumuskan langkah konkret menghadapi tantangan zaman, termasuk dampak media sosial terhadap keluarga,” ujarnya.
Illiza juga mengatakan pengabdian sebagai kepala daerah merupakan amanah berat yang tidak bisa dijalankan sendiri.

“Saya minta bantuan para ulama. Penegakan syariat Islam masih menghadapi tantangan, masih ada pelanggaran syariat. Belum lagi persoalan media sosial, apa yang dilihat keluarga kita. Komitmen kita harus kuat, karena roadmap syariat Islam bukan hanya soal ibadah, tapi juga muamalah, jual beli dan kehidupan sehari-hari,” kata Illiza.
Illiza juga sangat bersyukur dengan kehadiran ulama Al-Azhar Mesir. “Atas nama Pemko dan masyarakat Banda Aceh saya ucapkan ahlan wa sahlan. Kehadiran Syeikh menjadi kehormatan dan penguat hubungan keilmuan Aceh dengan Al-Azhar yang sudah lama menjadi rujukan,” ujarnya.
Illiza menutup dengan harapan forum ini melahirkan rumusan nyata. “Mudah-mudahan suatu hari ketika ditanya siapa yang bertanggung jawab menjaga Syariat Islam di Banda Aceh, jawabannya bukan pemerintah saja, bukan ulama saja, tetapi kita semua,” ucapnya.
Dalam tausiahnya, Syeikh Dr Hisyam Al-Kamil Hamid Musa menyampaikan kebahagiaannya bisa bersilaturahmi di Banda Aceh, negeri pertama yang ia kunjungi di Asia. Ia menekankan pentingnya hubungan ulama-umara-masyarakat sebagaimana dicontohkan Rasulullah di Madinah.
“Jika ulama dan umara bersatu, maka masyarakat akan hidup baik dan sejahtera. Sebaliknya jika tidak sinergi akan terjadi kekacauan. Tugas pemimpin adalah menjaga agama agar perintah Allah dan sunnah dijalankan dengan baik. Untuk itu perlu fasilitas pendidikan yang memadai,” kata Syeikh.
Usai penyampian tausiah, acara dilanjutkan dengan dialog bersama Syeikh Dr Hisyam, hingga penyusunan rumusan sebagai bahan kebijakan penguatan syariat Islam ke depan di ibu kota. (*)
