Illiza Instruksikan Pelayanan Publik dan Penguatan Syariat Islam Optimal selama Ramadan
Banda Aceh – Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, menginstruksikan seluruh jajaran pemerintah kota dan instansi layanan publik agar meningkatkan pelayanan kepada masyarakat selama bulan suci Ramadan.
Instruksi ini merupakan tindak lanjut dari kesepakatan bersama unsur Forkopimda Banda Aceh dalam rapat koordinasi sebelumnya terkait kesiapsiagaan daerah menyambut Ramadan.
Illiza menegaskan bahwa kualitas pelayanan publik menjadi faktor penting untuk menjaga kenyamanan masyarakat dalam menjalankan ibadah. “Kami meminta seluruh perangkat daerah dan BUMD untuk memastikan pelayanan berjalan optimal, responsif, dan proaktif, sehingga masyarakat dapat beribadah dengan tenang dan khusyuk,”.
Dalam arahannya, Wali Kota secara khusus meminta Perumdam Tirta Daroy untuk menjamin ketersediaan air bersih dan air minum bagi warga tanpa gangguan selama Ramadan.
“Air bersih adalah kebutuhan utama, terutama untuk sahur, berbuka, dan aktivitas ibadah. PDAM harus memastikan distribusi lancar dan segera merespons jika terjadi gangguan,” tegasnya.
Kepada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Illiza meminta kesiapsiagaan penuh selama 24 jam, sekaligus meningkatkan sosialisasi pencegahan kebakaran kepada masyarakat.
“Risiko kebakaran cenderung meningkat saat Ramadan, terutama akibat aktivitas memasak. Karena itu, Damkar harus siaga penuh dan aktif melakukan edukasi pencegahan,” ujarnya.
Selanjutnya, Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan, dan Keindahan Kota (DLHK3) diminta meningkatkan pelayanan pemeliharaan lampu penerangan jalan, khususnya di gampong, masjid, mushala, serta kawasan pusat kota dan lokasi keramaian. Selain itu, pelayanan persampahan juga harus ditingkatkan untuk menjaga kebersihan lingkungan.
“Kota harus tetap bersih, terang, dan nyaman, terutama di sekitar tempat ibadah dan pusat aktivitas masyarakat,” kata Illiza.
Kepada Dinas Perhubungan, Wali Kota menugaskan pengaturan parkir dan lalu lintas secara intensif di kawasan pasar, pusat perbelanjaan, dan lokasi keramaian, khususnya menjelang berbuka puasa dan setelah salat tarawih. “Ketertiban lalu lintas dan parkir sangat menentukan kenyamanan masyarakat. Jangan sampai kemacetan mengganggu aktivitas ibadah,”.
Selain pelayanan publik, Illiza juga menekankan pentingnya penguatan penegakan syariat Islam selama Ramadan. Untuk itu, Pemerintah Kota menugaskan Satpol PP Banda Aceh dan Wilayatul Hisbah Banda Aceh agar lebih gencar melakukan pengawasan dan penertiban.
“Ramadan adalah bulan suci yang harus dijaga bersama. Kami meminta Satpol PP dan WH meningkatkan patroli, pembinaan, serta penegakan aturan agar suasana kota tetap religius, tertib, dan kondusif,” tegasnya.
Ia menambahkan, langkah ini sejalan dengan komitmen bersama Forkopimda untuk menjaga keamanan, ketertiban, dan kekhusyukan ibadah masyarakat selama Ramadan. “Ini bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. Mari kita jadikan Ramadan sebagai momentum memperkuat nilai keislaman, kebersamaan, dan kepedulian sosial.” (Riz)
