Wali Kota Illiza Berikan Layanan Trauma Healing untuk Korban Banjir Bandang Gayo Lues
Gayo Lues – Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal kembali menunjukkan komitmen dan kepedulian kemanusiaan dengan turun langsung menyalurkan bantuan serta memberikan dukungan pemulihan psikologis bagi masyarakat terdampak banjir bandang di Kabupaten Gayo Lues.
Kehadiran orang nomor satu Banda Aceh di tanah gayo itu sekaligus memboyong relawan Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) dan mitra kemanusiaan, sebagai bentuk solidaritas antar daerah dalam menghadapi bencana.
Jumat, 23 Januari 2026, rombongan Pemko Banda Aceh memulai rangkaian kegiatan pada pagi hari dengan berangkat dari Pendopo Bupati Gayo Lues. Lokasi pertama yang dikunjungi adalah Balai Latihan Kerja (BLK) Blang Kejeren di Kampung Agusen, yang saat ini difungsikan sebagai Sekolah Tenda Darurat bagi siswa-siswa terdampak bencana.
Di sana, Wali Kota Illiza menyerahkan bantuan berupa pakaian sekolah sekaligus menyapa para siswa dan tenaga pendidik. Kegiatan dilanjutkan dengan trauma healing bagi anak-anak, guna membantu memulihkan kondisi psikologis mereka pascabencana.
Adapun sekolah yang menerima bantuan meliputi SD Negeri 12 Blang Kejeren (Agusen) sebanyak 124 siswa, SMP Atap Agusen sebanyak 33 siswa, serta SD Negeri 4 Pantan Cuaca sebanyak 52 siswa.

Usai kegiatan di BLK Blang Kejeren, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Gampong Kuning dan Gampong Cane Toa, Kecamatan Rikit Gaib, dengan jarak tempuh sekitar 25 kilometer dari pusat Kabupaten Gayo Lues.
Sepanjang perjalanan, rombongan melintasi akses jalan yang masih dipenuhi material sisa banjir bandang. Sejumlah ruas jalan tampak rusak, bahkan sebagian daratan tergerus dan berubah menjadi aliran sungai.
Setibanya di lokasi, Illiza secara langsung menyerahkan bantuan kemanusiaan, juga bantuan yang dititipkan Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) serta Pemerintah Kota Banjarbaru kepada warga terdampak. Sebagai informasi, Walkot Illiza juga menjabat sebagai Wakil Ketua Bidang Lingkungan dan Perubahan Iklim APEKSI pusat.
Di sela kegiatan, Illiza juga meluangkan waktu berinteraksi dengan masyarakat serta anak-anak pengungsi, sekaligus memastikan bantuan yang disalurkan tepat sasaran dan sesuai kebutuhan warga.
Rekapan tim Prokopim di lapangan, berdasarkan data di Desa Kuning, tercatat sebanyak 105 kepala keluarga terdampak banjir bandang, dengan 36 unit rumah hanyut dan 27 unit rumah mengalami rusak berat. Jumlah pengungsi mencapai 281 jiwa, termasuk 39 balita. Selain itu, terdapat 82 anak sekolah terdampak, terdiri dari 43 siswa SD, 19 siswa SMP, dan 20 siswa SMA.

“Anak-anak adalah kelompok yang paling rentan terdampak secara psikologis saat bencana terjadi. Karena itu, selain bantuan fisik, pendampingan mental dan pemulihan rasa aman juga menjadi perhatian utama kami,” ujarnya di sela kegiatan.
Wali Kota Illiza menegaskan bahwa kehadiran Pemko Banda Aceh dalam kegiatan ini merupakan wujud empati dan tanggung jawab moral untuk saling menguatkan antar daerah, terutama dalam situasi darurat kebencanaan.
“Kami hadir untuk menyampaikan pesan bahwa masyarakat Gayo Lues tidak sendiri. Ini adalah musibah bersama, dan sudah menjadi tanggung jawab kita untuk saling menguatkan serta membantu proses pemulihan,” ungkapnya.
Kegiatan penyaluran bantuan dan trauma healing ini diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat terdampak sekaligus mendukung proses pemulihan pascabencana, baik secara fisik maupun psikologis.
Pemko Banda Aceh juga berharap sinergi antara pemerintah daerah, relawan, dan masyarakat dapat terus terjaga guna mempercepat pemulihan serta membangun kembali kehidupan warga di wilayah terdampak bencana di Aceh. (Riz)
