Dukung Gerakan Penghijauan di Dayah, Afdhal: Ruang Pembelajaran Nilai-nilai Kehidupan dan Memakmurkan Alam
Banda Aceh – Wakil Wali Kota Banda Aceh Afdhal Khalilullah menghadiri kegiatan Gerakan Penghijauan yang digagas Dinas Pendidikan Dayah (Disdik Dayah) Kota Banda Aceh berkolaborasi dengan Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Aceh di Dayah Mabdaul ’Ulum Al Aziziyah, Gampong Bitai dan Dayah Mishrulhuda Malikussaleh, Gampong Lamjamee, Kecamatan Jaya Baru, Selasa (20/1/2026).
Kehadiran Wakil Wali Kota Banda Aceh disambut langsung pimpinan Dayah Mabdaul ’Ulum Al Aziziyah, Waled Muhibban. Setibanya di lokasi, Afdhal menyempatkan diri menyapa para santri sebelum rangkaian kegiatan dimulai.
Turut hadir mendampingi Wakil Wali Kota Banda Aceh, Kepala Dinas Pendidikan Dayah Kota Banda Aceh Muhammad, Kepala Dinas Pendidikan Kota Banda Aceh Sulaiman, Camat Jaya Baru Mei Indriya Goswita, perwakilan MPU Kota Banda Aceh Dr. Nurkhalis, para Keuchik serta unsur Muspika Kecamatan Jaya Baru.
Dari jajaran Pemerintah Aceh, hadir Kepala Bidang Hortikultura Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh Ir Khairil Anwar,MP, Koordinator Benih dan Hortikultura Raudah, SP, beserta jajaran.

Dalam kesempatannya, Wawalko Afdhal menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Aceh, khususnya Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, atas dukungan dan kolaborasi nyata dalam mendukung gerakan penghijauan di lingkungan dayah.
Afdhal menegaskan bahwa kegiatan tersebut tidak sekadar penyerahan bibit tanaman, melainkan wujud sinergi antar-lembaga dalam membangun Aceh melalui penguatan sektor pendidikan dan kepedulian terhadap lingkungan hidup. Ia juga menekankan peran strategis dayah, tidak hanya sebagai pusat pendidikan keislaman dan pembinaan akhlak, tetapi juga sebagai ruang pembelajaran nilai-nilai kehidupan, termasuk tanggung jawab dalam menjaga dan memakmurkan alam.
Menurutnya, ajaran Islam sangat menjunjung tinggi kelestarian lingkungan. Menjaga alam merupakan bagian dari ketaatan kepada Allah SWT, di mana setiap upaya menanam dan merawat lingkungan memiliki nilai ibadah dan sedekah.

Lebih lanjut, Afdhal menyampaikan bahwa gerakan penghijauan ini sejalan dengan visi “Banda Aceh Kota Kolaborasi”, yakni kolaborasi dalam pembangunan yang tidak hanya berfokus pada aspek fisik, tetapi juga kolaborasi nilai, kepedulian, dan tanggung jawab menjaga masa depan bersama.
Ia berharap, melalui penanaman bibit tanaman di lingkungan dayah, dapat tumbuh kesadaran ekologis di kalangan santri, tercipta lingkungan dayah yang hijau, sehat, dan asri, serta terbentuk karakter cinta lingkungan dan tanggung jawab sosial.
Afdhal menambahkan, Pemerintah Kota Banda Aceh berkomitmen untuk terus memperkuat kerja sama lintas sektor bersama pemerintah provinsi, lembaga pendidikan, dan masyarakat dalam mewujudkan Banda Aceh yang religius, berkelanjutan, dan ramah lingkungan.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan penanaman bibit pohon secara simbolis oleh Wakil Wali Kota Afdhal bersama pimpinan dayah, jajaran Distanbun Aceh, serta para tamu undangan, yang kemudian dilanjutkan dengan doa bersama. (Riz)
